Jembatan Legendaris Banjarejo Akhirnya Diresmikan, Harapan Baru Warga Rejoso
Nganjuk, – Penantian panjang warga Desa Banjarejo akhirnya terbayar lunas. Jembatan legendaris yang selama puluhan tahun menjadi saksi aktivitas masyarakat kini tampil dengan wajah baru dan resmi dioperasikan.
Peresmian jembatan di Desa Banjarejo, Kecamatan Rejoso, ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Onny Supriyono, pada Kamis (22/01/2026) sore.
“Alhamdulillah, hari ini kita resmikan jembatan di Desa Banjarejo Kecamatan Rejoso,” ujar Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen dalam sambutannya.
Kang Marhaen menjelaskan, jembatan Banjarejo memiliki panjang 27 meter dengan lebar 3,3 meter. Keberadaan jembatan ini sangat dinantikan masyarakat, mengingat terakhir kali diperbaiki sekitar 26 tahun lalu. “Ini adalah harapan lama warga yang akhirnya terwujud,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan sejarah jembatan Banjarejo yang dahulu dikenal sebagai jembatan kayu atau “glodog-glodog”. Kini, jembatan tersebut telah berubah menjadi infrastruktur yang kokoh dan representatif, sekaligus menjadi kebanggaan baru bagi masyarakat setempat.
Lebih lanjut, Kang Marhaen mengimbau masyarakat untuk menggunakan jembatan dengan bijak. “Tetap hati-hati dan jangan kebut-kebutan saat melintas. Semoga jembatan ini benar-benar membawa manfaat bagi warga Banjarejo. Nganjuk Gas Pol,” pesannya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Mariyanto, Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung proses pembangunan jembatan hingga selesai. “Alhamdulillah, jembatan ini kini sudah bisa dimanfaatkan. Semoga berdampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan panjenengan semua,” ungkapnya.
Sebagai informasi, peresmian jembatan Banjarejo turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk beserta jajaran, Forkopimcam, para Kepala Desa se-Kecamatan Rejoso, serta masyarakat setempat. Acara ditutup dengan tumpengan bersama sebagai wujud rasa syukur atas terbangunnya jembatan yang telah lama dinantikan.