Capaian Infrastruktur Positif, Dinas PUPR Nganjuk Dorong Kesadaran Warga Rawat Jalan
Nganjuk, – Komitmen menjaga kualitas infrastruktur jalan terus diperkuat. Hal tersebut disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk, Onny Supriyono saat hadir sebagai narasumber dalam talkshow interaktif di Radio Cakra Krisna.
Berlangsung pada, Jumat (16/01/2025) lalu, dialog interaktif itu juga membahas capaian pembangunan jalan, transparansi anggaran, hingga peran penting masyarakat dalam merawat infrastruktur. Plt. Kepala Dinas PUPR, Onny Supriyono, memaparkan secara terbuka arah kebijakan anggaran pemeliharaan rutin tahun berjalan, evaluasi capaian penanganan jalan sepanjang 2025, serta edukasi kepada masyarakat agar ikut menjaga kondisi jalan di wilayahnya.
Mengawali pemaparan, Onny Supriyono, menjelaskan bahwa Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk memiliki 5 UPTD yang bergerak di lapangan. Pada tahun berjalan, dilakukan percepatan pemeliharaan rutin guna menjaga kemantapan jalan kabupaten tetap stabil bahkan meningkat.
“Pemeliharaan rutin kami percepat agar kondisi jalan di Kabupaten Nganjuk tetap terjaga. Harapannya, tingkat kemantapan jalan bisa terus meningkat,” jelasnya.
Berdasarkan data tahun 2025, Dinas PUPR telah melakukan penanganan jalan sepanjang 136,36 kilometer, termasuk 85 kilometer jalan kabupaten. Meski prioritas utama tetap jalan kabupaten, PUPR juga responsif menangani jalan desa yang bersifat sangat mendesak, terutama yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Adapun, capaian infrastruktur sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Nganjuk mengalami peningkatan sekitar 5,2 persen dibanding tahun sebelumnya.
Prioritas penanganan difokuskan pada jalan kolektor primer 4, yakni jalan poros penghubung antar kecamatan. Setelah kondisi jalur utama tersebut baik, penanganan dilanjutkan ke jalan penghubung antar desa.
“Peningkatan kondisi mantap jalan ini diharapkan bisa bertahan dan menjadi fondasi perencanaan kerja tahun 2026, khususnya untuk wilayah yang belum tersentuh penanganan,” ungkap, Onny Supriyono.
Tak hanya soal pembangunan, dalam dialog interaktif ini juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat. Menurut Plt. Kadis PUPR, infrastruktur yang baik tidak akan bertahan lama tanpa kesadaran bersama dalam merawatnya.
Beberapa poin edukasi yang disampaikan antara lain:
• Menghindari Muatan Berlebih (Overload): Kendaraan yang melintas di jalan kabupaten diimbau tidak melebihi tonase. Kelas jalan di Kabupaten Nganjuk mayoritas kelas III, dengan batas maksimal beban gandar 8 ton.
• Menjaga Permukaan Aspal: Masyarakat diimbau tidak sering menyirami aspal saat cuaca panas karena dapat mempercepat kerusakan konstruksi jalan.
• Lapor Cepat Kerusakan: Jika terjadi genangan air atau kerusakan jalan yang cukup luas, masyarakat dapat segera berkoordinasi dengan URC PJJ (Unit Reaksi Cepat Pemeliharaan Jalan dan Jembatan) di wilayah masing-masing.
Melalui dialog ini, Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat, sehingga infrastruktur jalan yang telah dibangun dapat bertahan lama dan memberi manfaat optimal bagi aktivitas serta perekonomian warga.