Tak Tunggu Lama, Jalan Rusak dan Drainase di Miren Diukur dan Siap Diperbaiki
Nganjuk– Tindak lanjut inspeksi mendadak (sidak) Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi didampingi Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Onny Supriyono di Dusun Miren, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom pada Rabu (04/02/2026) langsung direspons cepat.
Sehari berselang, Kamis (05/02/2026) pagi, tim teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran detail sejumlah ruas jalan rusak sekaligus penanganan saluran drainase. Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjawab keluhan warga.
Sidak tersebut sebelumnya menyita perhatian publik karena kondisi jalan yang memprihatinkan hingga sempat viral di media sosial. Warga bahkan menanami badan jalan dengan pohon pisang sebagai bentuk protes simbolis. Aksi tersebut menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk bergerak cepat agar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan segera terjamin.
Pada pengukuran pertama, tim PUPR mendata ruas Dusun Miren – Desa Sidoharjo dengan lebar 3 meter dan panjang 345 meter. Ruas ini merupakan titik yang viral karena ditanami pisang. Permukaan jalan berlubang dan bergelombang sehingga berisiko bagi pengendara, khususnya saat hujan turun.
Pengukuran berikutnya dilakukan di ruas depan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Miren - Mukoh dengan lebar 3,5 meter dan panjang 553 meter. Jalan ini menjadi akses vital aktivitas warga dan distribusi hasil pertanian. Kerusakan di titik ini cukup menghambat mobilitas kendaraan dan memperlambat arus ekonomi desa.
Ruas ketiga berada di Sumberjo - Mukoh dengan lebar 3 meter dan panjang 857 meter. Dengan panjang hampir satu kilometer, ruas ini menjadi prioritas karena berfungsi sebagai penghubung antar permukiman serta jalur utama warga menuju fasilitas umum dan sekolah.
Selain fokus pada badan jalan, tim PUPR juga melakukan penanganan keempat berupa perbaikan gorong-gorong yang mengalami kerusakan dan penyumbatan. Kondisi drainase yang tidak optimal dinilai menjadi salah satu penyebab genangan air yang mempercepat kerusakan jalan. Perbaikan ini dilakukan untuk memastikan aliran air lancar sehingga konstruksi jalan lebih awet dan memberikan dampak pengairan di persawahan.
Petugas melakukan pengukuran detail meliputi panjang, lebar, kondisi eksisting, hingga kebutuhan teknis perbaikan sebagai dasar perencanaan anggaran dan metode penanganan. Data tersebut akan digunakan untuk menentukan jenis pekerjaan, agar hasilnya lebih awet dan maksimal.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Onny Supriyono menyampaikan bahwa kehadiran tim di lapangan merupakan bentuk komitmen untuk bergerak cepat setelah arahan langsung Bupati.
“Dengan penanganan tersebut, pemerintah daerah berharap perbaikan segera terealisasi sehingga aktivitas warga kembali lancar. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan menjadi kunci menjaga infrastruktur tetap terawat, demi mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nganjuk,” imbuhnya.