Respons Cepat Aduan Warga, URC Jogotirto Bersihkan Tumpukan Sampah di Saluran Sekunder Desa Katerban
Pengairan

Respons Cepat Aduan Warga, URC Jogotirto Bersihkan Tumpukan Sampah di Saluran Sekunder Desa Katerban

05 Mar 2026
superadmin
11 views

Nganjuk – Tindak lanjut pengaduan masyarakat terkait tumpukan sampah limbah rumah tangga di saluran sekunder B.25 kW 143 Desa Katerban, Kecamatan Baron, langsung ditangani secara kolaboratif oleh berbagai pihak, pada Rabu (04/03/2026). 

Sampah yang menumpuk di saluran tersebut dinilai berpotensi menghambat kelancaran aliran air dan memicu luapan ke badan jalan saat hujan deras. Menyikapi hal tersebut, Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk bergerak cepat menerjunkan tim URC Jogotirto dari PSDA Mricankiri untuk membersihkan sumbatan di sepanjang saluran. 

Adapun, saluran sekunder tersebut merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) pusat. Meski demikian, demi menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat, tim bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. 

Unit Reaksi Cepat (URC) Jogotirto UPTD PSDA Mrican Kiri bersama juru pengairan bersinergi dengan Tenaga Operasi dan Pemeliharaan (OP) DI Mrican dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk dalam proses pembersihan. 

Tim gabungan melakukan pengangkatan sampah secara manual dan bertahap dari dalam saluran. Material yang diangkat didominasi sampah rumah tangga seperti plastik, ranting, dan limbah domestik lainnya yang menyumbat aliran air. Seluruh sampah kemudian diangkut dan dibuang ke TPA Pandantoyo sesuai prosedur pengelolaan lingkungan. 

Dalam keterangannya, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk melalui Kepala Bidang Pengairan, Rusdi Gunawan, menegaskan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci utama dalam penanganan persoalan tersebut. 

“Kami tidak melihat ini semata soal kewenangan, tetapi soal kepentingan masyarakat. Ketika ada potensi gangguan aliran air yang bisa berdampak pada banjir atau luapan ke jalan, maka harus segera ditangani melalui koordinasi yang baik,” tegasnya. 

Rusdi juga menambahkan bahwa edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar kesadaran menjaga kebersihan saluran irigasi semakin meningkat. 

“Saluran irigasi bukan tempat pembuangan sampah. Jika tersumbat, dampaknya kembali ke masyarakat sendiri. Karena itu kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan demi kelancaran aliran air dan keselamatan bersama,” pungkasnya. 

Dengan penanganan cepat tersebut, kondisi aliran di saluran sekunder Desa Katerban kini kembali normal dan diharapkan mampu meminimalisir risiko genangan saat curah hujan tinggi.

Media Sosial: