Jalan Rusak Bukan Hanya Soal Aspal, Tapi Juga Soal Air dan Kesadaran Masyarakat
Nganjuk – Halo Sobat PU, masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa kerusakan jalan tidak selalu disebabkan oleh kualitas aspal atau padatnya kendaraan. Salah satu penyebab yang sering terjadi justru berasal dari pengelolaan air hujan yang kurang tepat, terutama ketika bahu jalan ditutup dengan plester atau cor semen.
Di berbagai wilayah Kota Angin, genangan air di badan jalan saat hujan masih kerap dijumpai. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga mempercepat kerusakan aspal hingga menimbulkan lubang. Salah satu pemicunya adalah tertutupnya bahu jalan yang seharusnya berfungsi sebagai area resapan air.
Sebagian warga mengecor bahu jalan di depan rumah agar terlihat rapi atau untuk mempermudah akses kendaraan. Namun tanpa disadari, hal tersebut justru menghambat air hujan meresap ke tanah. Akibatnya, air akan mengalir dan menggenang di permukaan jalan sehingga mempercepat kerusakan struktur aspal.
Aspal pada dasarnya tidak dirancang untuk terendam air dalam waktu lama. Genangan yang terus terjadi dapat melemahkan lapisan jalan sehingga aspal mudah retak dan berlubang, bahkan pada jalan yang baru saja diperbaiki.
Selain berpotensi merusak jalan, menutup atau mengubah fungsi bahu jalan juga dapat melanggar aturan sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.
Sebagai solusi, masyarakat yang membutuhkan akses kendaraan disarankan menggunakan paving block atau grass block agar air tetap dapat meresap ke tanah. Alternatif lainnya adalah menggunakan plat besi atau grill sebagai jembatan kecil tanpa menutup saluran drainase.
Melalui edukasi ini, Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur jalan. Dengan tidak menutup bahu jalan secara permanen, kita dapat membantu memperpanjang umur jalan dan mengurangi potensi genangan. Kesadaran kecil dari setiap warga dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan infrastruktur daerah.