Cegah Banjir, UPTD PSDA Bodor Nganjuk Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Jembatan Banaran
Pengairan

Cegah Banjir, UPTD PSDA Bodor Nganjuk Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Jembatan Banaran

05 May 2026
superadmin
11 views

NGANJUK – Menghadapi potensi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang masih terjadi di wilayah Kabupaten Nganjuk, Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Sumber Daya Air  Wilayah Bodor, melalui tim Unit Reaksi Cepat (URC) Jogotirto, melaksanakan aksi tanggap melakukan pembersihan sangkrah bambu dan limbah domestik lainnya yang menyumbat di bawah jembatan Sungai Bodor, Desa Banaran, Kecamatan Pace. Kegiatan ini berlangsung pada Senin pagi, (04/05/26).

 

Penumpukan sangkrah di bawah jembatan, terutama berupa rimbunan bambu yang terangkut arus, Tumpukan material yang padat tidak hanya dapat menghambat arus sungai, tetapi juga menciptakan bendungan alami. Dalam kondisi ekstrem, hal ini berpotensi memicu banjir bandang, luapan ke pemukiman, serta menimbulkan tekanan besar yang dapat merusak struktur jembatan.

 

Tim URC Jogotirto, yang diterjunkan langsung ke lokasi, terlihat berfokus dan bahu-membahu dalam membersihkan tumpukan material yang cukup besar. Dengan peralatan yang memadai, petugas mengevakuasi batang-batang bambu, sampah plastik, dan ranting pohon yang terjepit di antara pilar jembatan. Proses ini membutuhkan ketelitian dan kerja keras mengingat medan yang sulit dan volume material yang menumpuk.

 

Warga Desa Banaran mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh tim URC Jogotirto. Mereka menyadari pentingnya pembersihan ini demi menjaga keselamatan lingkungan mereka, terutama saat musim hujan. “Pembersihan ini sangat penting bagi kami. Kami harap jembatan ini tetap kokoh dan wilayah kami bebas dari ancaman banjir akibat tersumbatnya sungai,” ungkap bapak Ponadi salah satu warga setempat.

 

UPTD PSDA Wilayah Bodor berkomitmen penuh untuk menjaga integritas aliran sungai dan keamanan infrastruktur pengairan di seluruh wilayah kerja kami. Bagi kami, setiap tumpukan material yang menghambat aliran sungai bukan sekadar kendala teknis, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan pemukiman warga dan ketahanan jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat.

Media Sosial: